Praktikum III (Universitas Gunadarma) Quick Basic




Praktikum III


  1. Judul Materi / Pokok Bahasan : Struktur Kendali Pencabangan

  2. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa diharapkan dapat membuat program dengan menggunakan statement pencabangan.

  3. Jumlah pertemuan : 1 kali pertemuan ( 2x50 menit )

  4. Pengetahuan Prasyarat : Mahasiswa harus memahami perintah-perintah pencabangan, seperti : Goto, If …Then …, If … Then … Else …, On … Goto …

  5. Teori Dasar
  • Statement GOTO



Untuk melakukan percabangan tidak bersyarat ke baris program yang ditunjukkan ,nomor baris pada pelaksanaan suatu program.
Syntaks :
GOTO < line number >
Contoh :
10 PRINT "SATU"

    1. GOTO 40
    1. PRINT "DUA"
    1. PRINT "TIGA"
    1. END




  • Statement IF … THEN



Suatu statement yang biasa digunakan untuk melaksanakan proses berdasarkan suatu kondisi tertentu ( percabangan bersyarat ). Apabila kondisi tersebut dipenuhi, maka komputer akan mengerjakan proses tersebut.
Syntaks :
IF kondisi THEN < aksi >
Contoh 1: ( IF … THEN line number )
10 INPUT "JARI-JARI LINGKARAN (0=Selesai) ";R
20 IF R=0 THEN 40
30 LUAS=3.14*R*R
40 END
Contoh 2: ( IF … THEN statement )
10 INPUT "NILAI KE-1 :",A
20 INPUT "NILAI KE-2 :",B
30 RT=(A+B)/2
40 IF RT<60 THEN PRINT "GAGAL DALAM UJIAN" : GOTO 60
50 PRINT "LULUS UJIAN"
60 END

  • Statement IF … THEN … ELSE …



Suatu statement yang biasa digunakan untuk melaksanakan proses berdasarkan suatu kondisi tertentu ( percabangan bersyarat ). Apabila kondisi tersebut, maka komputer akan mengerjakan proses tersebut. Tetapi apabila kondisi tersebut tidak dipenuhi, maka komputer akan mengerjakan nomor baris yang ada dibawahnya.
Syntak :
IF < kondisi > THEN < aksi-1 > ELSE < aksi-2 >
Contoh :

    1. INPUT "BERAPAKAH USIA ANDA ";USIA
    1. IF USIA >= 17 THEN PRINT "SELAMAT MENONTON"



ELSE PRINT "ANDA TIDAK BOLEH MENONTON"

    1. END
  • Statement ON … GOTO



Suatu variasi pernyataan GOTO adalah pernyataan ON … GOTO. Pernyataan ini memungkinkan program melakukan percabangan ke beberapa nomor baris tertentu bergantung pada kondisi yang disyaratkan.
Syntaks :
ON < ekspresi > GOTO < nomor baris-1 >,< nomor baris-2 >,…

  • Untuk melakukan percabangan ke <nomor baris> tertentu sesuai dengan nilai <ekspresi>.

  • Jika <ekspresi> bernilai 1, maka pelaksanaan program bercabang ke <nomor baris-1> dan seterusnya.

  • Jika nilai <ekspresi> berupa pecahan, maka akan dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.

  • Jika <ekspresi> bernilai 0 atau lebih besar dari banyaknya nomor baris <nomor baris-1>,<nomor baris-2>, … akan tetapi lebih kecil atau sama dengan 265, maka pelaksanaan program akan berlanjut ke baris berikutnya.

  • Jika <ekspresi> bernilai negatip atau lebih besar dari 255, maka komputer akan memberitahukan adanya kesalahan "Illegal function call".



Contoh :

    1. PRINT "BHS PEMROGRAMAN YANG KITA PELAJARI :"
    1. PRINT



120 PRINT " 1. COBOL"
130 PRINT " 2. BASIC"
140 PRINT " 3. FORTRAN"

    1. PRINT
    1. INPUT "MASUKKAN PILIHAN ANDA [ 1-3 ] : ",PILIH
    1. ON PILIH GOTO 300, 400, 500
    1. PRINT "HANYA BOLEH MEMILIH ANTARA 1 HINGGA 3 "
    1. GOTO 160
    1. PRINT "SALAH, BUKAN COBOL ! " : GOTO 160



400 PRINT "BENAR, BHS BASIC " : END

    1. PRINT "SALAH, BUKAN FORTRAN ! " : GOTO 160
  • Statement GOSUB dan RETURN



Suatu statement yang bisa digunakan untuk memberi instruksi kepada komputer agar komputer mengerjakan sekelompok instruksi yang berada diluar program asal, dan apabila hal itu sudah dilaksanakan, program akan kembali ke program asal dengan menggunakan pernyataan RETURN.
GOSUB statement sering diartikan sebagai subroutine, yang bisa diartikan sebagai pengerjaan suatu bagian tertentu secara rutine atau terus menerus.












Syntaks :
GOSUB <nomor baris>
RETURN
Contoh :

    1. PRINT "BARIS 10"
    1. GOSUB 500
    1. PRINT "BARIS 30"
    1. GOSUB 500
    1. PRINT "SELESAI"
    1. END
    1. REM – SUBRUTIN
    1. PRINT "SUBRUTIN"
    1. RETURN
  • Statement ON-GOSUB



Statement ini mempunyai sifat yang hampir sama dengan ON GOTO statement. Dikarenakan statement ini menggunakan subroutine, maka sifat dan proses yang dimiliki adalah sifat subroutine pula. ON GOSUB statement, bisa digunakan untuk menginstruksikan kepada komputer, agar komputer mengerjakan beberapa subroutine dari nomor-nomor baris yang ditunjuk oleh suatu expresion.
Contoh :

    1. REM ************************************************************************
    1. REM * KERANGKA PROGR. MENGGUNAKAN STAT. ON GOSUB *
    1. REM ************************************************************************
    1. REM *** ( PROGR.UTAMA ) ***
    1. L=0 : J=0 : K=0
    1. H=1
    1. INPUT N
    1. …………..
    1. …………..
    1. ON N GOSUB 750, 1000, 1250
    1. IF N\T < 0 THEN 350
    1. …………..
    1. PRINT N, L, K, T



360 END ‘ *** AKHIR SUBRUTIN PERTAMA ***

    1. REM ***************************************************



750 REM *** SUBRUTIN PERTAMA (GOSUB 750) ***

    1. REM ***************************************************
    1. L=L+1
    1. …………..
    1. …………..
    1. REM ***************************************************



1000 REM *** SUBRUTIN PERTAMA (GOSUB 1000) ***
1005 REM ***************************************************

    1. L=L+2
    1. ……………



1200 RETURN ‘*** AKHIR SUBRUTIN KEDUA ***
1245 REM ***************************************************
1250 REM *** SUBRUTIN PERTAMA (GOSUB 1000) ***

    1. REM ***************************************************
    1. L=L+3
    1. …………….



1350 RETURN ‘ *** AKHIR SUBRUTIN KETIGA ***

  1. Latihan
Latihan 3-a
Usaha fotocopy " Maju " memiliki peraturan berikut :
  • Jika jumlah lembar copy tidak melebihi 100 lembar, maka biaya perlembarnya Rp 20,-.

  • Jika lebih dari 100 lembar, biaya per lembarnya Rp 15,-



Buatlah program komputer untuk menghitung biaya yang harus dibayar seseorang yang meng-copy ditempat tersebut.
Latihan 3-b
( Lihat latihan 3-a ) Setelah beberapa bulan beroperasi, usaha fotocopy " Maju " tersebut memiliki banyak langganan. Untuk langganan, biaya fotocopy perlembarnya adalah Rp 15,-. Buat program komputer untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Latihan 3-c
Buatlah program dengan data masukan : No Induk, nama mahasiswa, nilai test1, nilai test2.
Ketentuan :

  • Jika nilai test1 lebih besar dari 70, maka siswa dinyatakan lulus dan tidak perlu mengikuti test2

  • Jika nilai test1 tidak lebih dari 70, maka siswa harus mengikuti test2. Agar siswa dinyatakan lulus, maka nilai akhir kedua test ini minimal harus 60

  • Nilai akhir = 40% nilai test1 + 60% nilai test2



Output yang diinginkan sebagai berikut :


No.Induk Nama Test1 Test2 N.Akhir Keterangan
Mahasiswa Mahasiswa


99.1.0001 SILVIA 80 80 … ……..
99.3.0002 TONI 50 40 … ……..
99.1.0005 ANA 80 60 … ………



  1. Tugas



Panggil Latihan-2.Bas kemudian buat program menu dengan nama tugas3.bas untuk menggabungkan program yang telah anda buat dalam subrutine-subrutine ( dengan menggunakan statement GOSUB ) untuk menghasilkan output :
MENU

  1. MENGHITUNG LUAS SEGITIGA

  2. MENGHITUNG LUAS LINGKARAN

  3. MENGHITUNG LUAS BUJUR SANGKAR

  4. EXIT



PILIHAN : [ 1 – 4 ] : [ . ]


  1. Sumber Kepustakaan
  • Edi Noersasongko, Ir.,M.Kom, Belajar Bahasa Basic Secara Mudah, Modul STMIK Dian Nuswantoro.

  • Jogiyanto, H.M, Teori dan Aplikasi Program Komputer Bahasa Basic, Andi Offset, Yogyakarta, 1992

  • F. Soesianto B.Sc.E, Ir., Eko Nugroho, Ir., P. Insap Santosa, Ir., Pemrograman Basic, Andi Offset, Yogyakarta, 1992

  • Ekabrata Yudhistyra, Algoritma dan Pemrograman Terstruktur Dengan Microsoft Basic, Elex Media Komputindo.

  • Leroy Finkel and Jerarld R. Brown, Data File Programming In Basic, John Willey & Sons, Inc, New York, 1989.

0 Response to "Praktikum III (Universitas Gunadarma) Quick Basic"

Post a Comment