Ilmu Sosial Dasar (Pemerkosaan Kekerasan)


Photo : batamtoday.com
Lakukan Tindak Asusila, Ketua Geng Motor Vegas Family Diciduk

Ketua geng motor Vegas Family, Patrisius Thomas alias Rikiansyah Wolink (19) dibekuk oleh jajaran reserse Polisi Sektor Nongsa pada Senin (27/4) lalu. Ketua geng motor ini ditangkap karna telah melakukan tindak asusila terhadap anak SMP berinisial SL (15) yang masih duduk di bangku SMP.

Aksi bejad nya ini diketahui saat SL melapor ke orang tuanya, Sehingga orang tua SL membuat laporan, yang diterima oleh Polsek Nongsa, pada (5/3) lalu.

Diketahui, Woli tidak hanya menjadi ketua Geng Motor Vegas Family. Ia juga menjadi ketua geng motor dari dua geng yang berbeda yakni Regata dan Tuken. Woli diketahui memilili 500 pengikut, yang tersebar di berbagai tempat di Batam.


Photo IST
Photo IST

Polisi terus melakukan pengembangan, untuk melihat apakah ada tindakan pidana lainnya yang telah dilakukan oleh Woli dan geng motornya. Oleh sebab itu Polsek Nongsa, sudah berkordinasi dengan berbagai polsek-polsek lainnya dan juga Polresta Barelang.

“Dari informasi yang kami terima, Woli melakukan tindakan asusila tidak kali ini saja. Sudah beberapa kali, namun dari pengakuannya ia baru melakukannya satu kali,” kata Kapolsek Nongsa, Kompol Athur Sitindaon saat ditemui kemarin.

Arthur mengungkapkan Woli sangat licin dan licik. Beberapa kali buser melakukan penangkapan Woli, selalu bisa lolos dari kejaran. Sebelum diringkus pada Senin (27/8) lalu, Woli sudah hampir ditangkap. Dimana saat itu buser memegangi motor Woli, saat sedang berada di jalanan. Namun pada saat itu Woli sedang membonceng seorang wanita, sehingga polisi tidak bisa berbuat banyak. Karena takut wanita yang tidak bersalah itu ikut jatuh.

Untuk kasus tindak asusila yang dilakukan Woli, ia dijerat dengan pasal Pasal 81 ayat 2 UU 23 Tahun 2002. Dimana dengan hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (cr3)

Sumber : batampos.co.id
Menganalisis Tindakan Pemerkosaan Kekerasan
(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerkosaan)

1. Apaitu Pemerkosaan
    
         Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis, anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.


2. Sejarah Pemerkosaan 
           Di zaman kuno hingga akhir Abad Pertengahan, pemerkosaan pada umumnya tidak dianggap sebagai kejahatan terhadap seorang gadis atau perempuan, melainkan lebih kepada pribadi sang laki-laki yang "memilikinya". Jadi, hukuman atas pemerkosaan seringkali berupa denda, yang harus dibayarkan kepada sang ayah atau suami yang mengalami "kerugian" karena "harta miliknya" "dirusak". Posisi ini kemudian diubah di banyak lingkungan budaya karena pandangan bahwa, seperti halnya sang "pemilik", si perempuan itu sendiripun mestinya ikut mendapatkan ganti ruginya.
          Pemerkosaan dalam peperangan juga dapat dilihat terjadi pada zaman kuno sehingga disebutkan pula di dalam Alkitab, misalnya di dalam kisah tentang kaum perempuan yang diculik sebagai hadiah kemenangan.
          Tentara YunaniKekaisaran Persia dan Kekaisaran Romawi, secara rutin memperkosa kaum perempuan maupun anak-anak lelaki di kota-kota yang ditaklukkan.[butuh rujukan] Perilaku yang sama masih terjadi bahkan hingga tahun 1990-an, ketika pasukan-pasukanSerbia yang menyerang Bosnia dan Kosovo, melakukan kampanye yang penuh perhitungan dengan memperkosa kaum perempuan dan anak-anak lelaki di daerah-daerah yang mereka kuasai.
           Pemerkosaan, sebagai strategi perang, dilarang oleh hukum militer yang disusun oleh Richard II dan Henry V (masing-masing tahun 1385 dan 1419). Hukum-hukum ini merupakan dasar untuk menjatuhkan hukuman dan mengeksekusi para pemerkosa pada masa Perang Seratus Tahun (1337-1453).
3. Jenis-Jenis Pemerkosaan 

1. Pemerkosaan perpacaran

         Pemerkosaan perpacaran adalah hubungan seksual secara paksa tanpa persetujuan antara orang-orang yang sudah kenal satu sama lain, misalnya teman, anggota keluarga, atau pacar. Kebanyakan pemerkosaan dilakukan oleh orang yang mengenal korban.

2. Pemerkosaan dengan obat

        Yaitu pemerkosaan yang dilakukan dengan obat-obatan untuk membuat korbannya tidak sadar atau mabuk berat. 

3. Pemerkosaan wanita

        Walaupun jumlah tepat korban pemerkosaan wanita tidak diketahui, diperkirakan 1 dari 6 wanita di AS adalah korban serangan seksual. Banyak wanita yang takut dipermalukan atau disalahkan, sehingga tidak melaporkan pemerkosaan.

4. Pemerkosaan terhadap laki-laki

        Diperkirakan 1 dari 33 laki-laki adalah korban pelecehan seksual. Di banyak negara, hal ini tidak diakui sebagai suatu kemungkinan. Misalnya, di Thailand hanya laki-laki yang dapat dituduh memperkosa.

5. Pemerkosaan massal

        Pemerkosaan massal terjadi bila sekelompok orang menyerang satu korban. Antara 10% sampai 20% pemerkosaan melibatkan lebih dari 1 penyerang. Di beberapa negara, pemerkosaan massal diganjar lebih berat daripada pemerkosaan oleh satu orang.

6. Pemerkosaan anak-anak

        Pemerkosaan anak-anak salah satu bentuk dari pelecehan seksual terhadap anak. Ketika dilakukan oleh orang tua atau kerabat seperti kakek, paman, bibi, ayah, atau ibu ia dapat menyebabkan trauma psikologis yang parah dan berjangka panjang. Bila seorang anak diperkosa oleh seorang dewasa yang bukan anggota keluarga, tetapi merupakan pengasuh atau dalam posisi berkuasa atas anak seperti guru sekolah, pemuka agama atau terapis, trauma yang diderita bisa mirip dengan trauma hubungan sumbang.

7. Pemerkosaan dalam perang

        Dalam perang, pemerkosaan sering digunakan untuk mempermalukan musuh dan menurunkan semangat juang mereka. Pemerkosaan dalam perang biasanya dilakukan secara sistematis, dan pemimpin militer biasanya menyuruh tentaranya untuk memperkosa orang sipil.
Pada tahun 1998, Mahkamah Kejahatan Internasional untuk Rwanda didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat keputusan besar yang menyatakan bahwa di bawah hukum internasional pemerkosaan termasuk dalam kejahatan genosida. Dalam keputusannya Navanethem Pillay berkata: "Sejak zaman dahulu, pemerkosaan dianggap sebagai rampasan perang. Sekarang ia akan menjadi kejahatan perang. Kami ingin mengirimkan pesan yang kuat bahwa pemerkosaan tidak lagi merupakan tropi perang."

8. Pemerkosaan oleh suami/istri

         Pemerkosaan ini dilakukan dalam pasangan yang menikah. Di banyak negara hal ini dianggap tidak mungkin terjadi karena dua orang yang menikah dapat berhubungan seks kapan saja. Dalam kenyataannya banyak suami yang memaksa istrinya untuk berhubungan seks.

4.Dampak Yang Terjadi Pada Korban Pemerkosaan
(Sumber: http://nafi-harahap.blogspot.co.id/2012/12/dampak-yang-terjadi-pada-korban.html)

         Dampak yang terjadi kepada korban kesusilaan, khususnya pada korban pemerkosaan adalah sebagai berikut :
1. Dampak Fisik
 -Nafsu makan menurun drastis, berat badan berkurang
 -gangguan pencernaan 
 -Sakit asma, sakit kepala 
 -Mengalami keletihan, pusing,mual,pingsan 
 -Sulit tidur, sering mimpi buruk 
 -Sakit didaerah perut / kemaluan 
 -Bengkak disekujur tubuh / tubuh yang terluka 
 -Sulit buang air besar / kecil 
 -Mungkin akan mandul 
 -Tertular PMS, HIV-AIDS
 -Infeksi pada alat reproduksi, menstruasi kacau
 -Psychosomatik (merasa sakit tapi tak sakit)
2.Dampak Psikologis 
 -Stres berat,  ketakutan, depresi, phobia, cepat marah, bersikap apatis
 -Merasa : hina, bersalah, malu, menyalahkan diri sendiri, tidak berdaya, gelisah 
 -Curiga pada orang lain, konsentrasi menurun/jelek 
 -Takut hamil, phobia terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa perkosaan tersebut 
 -Goncangan jiwa yang berat, menyusutnya keinginan seksual 
 -Dorongan untuk bunuh diri 
3.Dampak Pada Kehidupan Pribadi Dan Sosial 
 -Ditinggalkan teman dekat 
 -Hubungan dengan suami / pasangan memburuk atau pecah cerai 
 -Tidak lagi bergairah untuk bercinta 
 -Takut atau tidak bisa jatuh cinta 
 -Sulit membina hubungan dengan pria lain
 -Menghindari setiap pria 
 -Sulit untuk percaya orang lain dan sungguh-sungguh mencintai : pernah dan merasa dikhianati 
 -Tidak mampu keluar rumah 
 -Menghindari segala sesuatu yg menyangkut perkosaan 
 -Mengundurkan diri dari kegiatan sosial 
 -Mengubah kegiatan sex dari hetero menjadi lesbian
 -Menjadi pencandu alkohol, narkotik 
 -Sering pindah rumah/ketakutan 
 -Mencabut telepon/ganti no.tlp.
 -Hilang kepercayaan diri 
 -Hilangkepercayaan kpd teman,keluarga dll.
         Beberapa dampak yang terjadi pada korban akan juga dapat terjadi pada kerabat dekat korban,    seperti keluarga korban. Dengan demikian, kerabat dekat korban berpotensi menjadi korban  walaupun tidak langsung.
5. Alternatif Penyembuhan
Proses penyembuhan korban dari trauma perkosaan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan ini diperlukan untuk membangkitkan semangat korban dan membuat korban mampu menerima kejadian yang telah menimpanya sebagai bagian dari pengalaman hidup yang harus ia jalani (Hayati, 2000). Korban perkosaan memerlukan kawan bicara, baik teman, orang tua, saudara, pekerja sosial, atau siapa saja yang dapat mendengarkan keluhan mereka.
6. Berikut ini adalah cara mencegah dan mengurangi resiko 

    diperkosa :

1. Tidak berdandan dan berpakaian yang mengundang nafsu orang lain
2. Tidak keluyuran di malam hari termasuk tempat clubbing dan hiburan malam lain
3. Langsung pulang ke rumah setelah sekolah atau kegiatan lain
4. Tidak melewati jalan sepi dan rawan kejahatan
5. Tinggal di tempat yang lingkungannya aman dan tentram
6. Tidak memberi kesempatan orang yang baru dikenal untuk macam-macam
7. Hindari diajak ke hotel, tempat sepi, rumah kosong, rumah, dll oleh laki-laki maupun wanita
8. Hindari pencari tenaga kerja wanita agar tidak diperdagangkan sebagai pelacur
9. Memakai pakaian yang sulit untuk dibuka oleh pemerkosa
10. Membawa senjata ringan seperti semprotan merica, pembius, sengat listrik, dsb
11. Hindari teman yang gaul tapi kelakuan bejat, pilih teman yang standar baik-baik saja
12. Curigai semua orang yang baru dikenal walaupun berwajah baby face
13. Belajar bela diri untuk menjaga diri
14. Tidak tebar pesona sembarangan ke orang lain
15. Selalu kabur diam-diam jika merasa ada sesuatu yang tidak beres
16. Melawan ketika terjadi pelecehan dan minta bantuan orang lain serta lapor ke polisi
17. Tidak makan dan minum sembarangan untuk menghindari pembiusan
18. Waspada semua orang di tempat bilyar, diskotik, karaoke, panti pijat, salon plus, dsb.
19. Memberi pembekalan pada anak agar tidak menjadi target perkosaan
20. Waspadai orang dekat yang memberikan perhatian atau kebaikan lebih

KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Perkosaan sebagai salah satu bentuk kekerasan jelas dilakukan dengan adanya paksaan baik secara halus maupun kasar. Pemerkosaan terjadi tidak semata-mata karena ada kesempatan, namun pemerkosaan dapat terjadi karena pakaian yang dikenakan korban menimbulkan hasrat pada sipelaku untuk melakukan tindakan pemerkosaan, serta pemerkosaan bisa juga disebabkan karena rendahnya rasa nilai, moral, asusila dan nilai kesadaran beragama yang rendah yang dimiliki pelaku pemerkosaan. Hal ini akan menimbulkan dampak sosial bagi perempuan yang menjadi korban perkosaan tersebut.
Bentuk kekerasan terhadap perempuan bukan hanya kekerasan secara fisik, akan tetapi dapat juga meliputi kekerasan terhadap perasaan atau psikologis, kekerasan ekonomi, dan juga kekerasan seksual. Kekerasan pada dasarnya adalah semua bentuk perilaku, baik verbal maupun non-verbal, yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, terhadap seseorang atau sekelompok orang lainnya, sehingga menyebabkan efek negatif secara fisik, emosional, dan psikologis

B.     Saran
Pemerkosaan di Indonesia termasuk masalah yang harus segera di benahi oleh kita semua karena sebagaimana kita ketahui bahwa tindak pemerkosaan dapat merusak citra dan moral bangsa.
Maka dari itu pemerintah dan masyarakat harus bekerja keras dalam menaggulangi tindak pidana pemerkosaan salah satunya dengan menanamkan sikap dan perilaku kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai moral, budaya, adat istiadat dan ajaran agama masing-masing serta menindaklanjuti dengan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku











1 Response to "Ilmu Sosial Dasar (Pemerkosaan Kekerasan)"

  1. I think your blog is great and if you do not mind your blog should be updated, thanks
    poker88

    ReplyDelete